Metode menghasilkan kelas online yang interaktif di tengah pandemi COVID- 19: pelajaran dari Singapura

February 5, 2021 0 By imgfire.info

Studi menampilkan kalau murid serta mahasiswa hendak belajar lebih baik kala mereka ikut serta secara aktif, daripada cuma mencermati ceramah dari pengajar secara pasif.

Tetapi, pandemi COVID- 19 sudah memforsir terbentuknya perihal yang tidak kita bayangkan tadinya ialah kelas- kelas daring mengambil alih proses belajar konvensional tatap muka.

Sepanjang 3 tahun terakhir, regu dosen serta asisten pengajar kami di National University of Singapura sukses meningkatkan mata kuliah serta sistem pengajaran yang sanggup membuat mahasiswa kami- yang populer enggan berpartisipasi dalam aktivitas di kelas- menjadi lebih aktif.

Kala kami memindahkan kelas buat diajar seluruhnya secara daring, kami memperoleh banyak pelajaran terpaut gimana mempertahankan keterlibatan serta interaksi siswa yang telah sulit payah kami bangun.

Regu kami menawarkan 3 strategi yang bisa digunakan oleh para tenaga pendidik buat menghasilkan pendidikan daring yang menarik di tengah pandemi COVID- 19 belajar online .

1. Memantapkan interaksi antara murid serta guru

Kala murid serta guru terpisahkan oleh jarak, menghasilkan ikatan antara keduanya jadi perihal yang terus menjadi berarti.

Sambil mahasiswa menunggu kelas daring diawali, kami memakai fitur percakapan buat menanyakan berita mereka. Pada pertemuan awal, kami pula menghadirkan mereka dengan silabus serta persyaratan mata kuliah.

Koneksi yang dibentuk di dini membuat mereka merasa lebih aman memakai media daring ini buat bertanya serta mengajukan pendapat sepanjang kelas berlangsung.

Tidak hanya itu, kami menegaskan para murid buat tetap menyalakan video mereka. Perihal simpel ini membuat mereka merasa lebih bertanggung jawab buat mencermati jalannya kelas serta lebih termotivasi buat menjauhi godaan- godaan yang sering timbul kala belajar dari rumah.

Tenaga pengajar pula wajib memaksimalkan metode komunikasi mereka, tercantum membenarkan kalau suara, pencahayaan, serta video bermutu besar.

Kami menganjurkan buat memposisikan kamera pas di depan monitor, sejajar dengan mata. Perihal ini membolehkan kami buat memandang para mahasiswa, tidak ke laptop ataupun catatan.

Berdiri sepanjang berjalannya kelas pula memungkinan para tenaga pendidik buat mengekspresikan diri memakai bahasa badan serta tangan. Apalagi kala sudut pandang kamera cuma menunjukkan kepala serta pundak, murid masih bisa memandang gerakan badan kami serta perihal ini menolong mengomunikasikan pesan yang mau kami sampaikan.

Kami beruntung bisa mengajar dalam regu di kelas kami dengan obrolan bolak- balik yang mudah antara para pengajar. Mengajar dalam regu menolong menimbulkan bermacam ilham serta perspektif walaupun mangulas topik yang sama.

Pada dikala yang sama, asisten pengajar kami bekerja“ di balik layar”. Mereka menolong mengurusi permasalahan teknis sepanjang kelas berlangsung, menolong membagi mahasiswa ke dalam kelompok- kelompok kecil, serta membagikan ringkasan dialog kelas secara real- time lewat fitur percakapan.

Mereka pula menerima pertanyaan- pertanyaan dari siswa serta menyampaikannya pada para pengajar buat dijawab pada waktu yang pas.

2. Rencanakan sebagian‘ kuis interaktif’ yang bisa dijawab secara real- time

Asumsi secara teratur serta real- time dari siswa sangat menolong kami menguasai komentar mereka serta pula mengukur sepanjang mana mereka menguasai modul.

Asumsi langsung membolehkan kami buat menyelaraskan pelajaran selanjutnya supaya cocok dengan tingkatan uraian mahasiswa sehingga membuat mereka senantiasa semangat buat ikut serta. Bagaikan contoh, telaah komentar yang berlangsung sepanjang proses pendidikan ini bisa berwujud persoalan, kuis, ataupun survei pendek yang tidak dinilai.

Para mahasiswa bahagia memandang tanggapan- tanggapan secara real- time dari sahabatnya. Kami memakai web Poll Everywhere, tetapi terkadang pula memakai layanan interaktif lain semacam Mentimer, Kahoot!, Padlet serta Pigeonhole Live kala kami memerlukan fitur- fitur yang berbeda buat kuis interaktif kami.

Mahasiswa kami umumnya tidak hendak mengangkut tangan kala ditanya di dalam kelas, apalagi buat persoalan yang sangat simpel. Mereka lebih terbuka buat menanggapi lewat sistem telaah komentar. Oleh sebab itu, ini bermanfaat buat mendesak mereka buat menanggapi serta ikut serta dalam kelas yang lagi berlangsung.

Baca Juga : Aplikasi Pendidikan yang Menyenangkan untuk iPad Anda

3. Manfaatkan interaksi antar siswa

Di kelas ini, kami mau membenarkan kalau siswa bisa berhubungan dengan aman, mengajukan persoalan serta berkontribusi dalam kelompok, jauh lebih kerap daripada di ruangan kuliah besar. Salah satu langkah yang kami jalani merupakan membagi mahasiswa ke dalam kelompok kecil serta mewajibkan mereka bekerja sama buat menanggapi kasus yang diberikan oleh regu pengajar.

Seperti itu kenapa membenarkan terdapatnya kerja kelompok jadi lebih berarti di dalam kelas virtual. Kerja kelompok membolehkan siswa buat memperdalam uraian mereka tentang materi- materi yang dianjurkan di kelas. Kami memastikan anggota dari tiap- tiap kelompok, serta ini bertahan sampai akhir mata kuliah.

Secara bergiliran, mahasiswa bertanggung jawab buat mengetuai kelompok mereka, membuat catatan serta melaporkannya kembali ke segala anggota kelas. Mereka pula bahagia berkenalan dengan mahasiswa lain di kelas( paling utama yang berasal dari disiplin ilmu yang berbeda).

Kami menciptakan kalau membagikan“ ice- breaker” di dini kelas berarti supaya anggota kelompok silih menghadirkan diri. Asisten pengajar ataupun dosen kami pula“ mampir” ke tahap kelompok kecil buat membagikan anjuran, namun pastinya tidak mengambil alih kedudukan pimpinan kelompok di tahap tersebut. Di akhir tahap, paling tidak satu ataupun 2 kelompok wajib memberi tahu kembali ke segala anggota kelas di akhir kegiatan kelompok.

Investasi yang layak

Melindungi semangat siswa supaya senantiasa ikut serta dalam kelas virtual lebih menantang sebab susah buat menangkap‘ sinyal- sinyal’ yang biasanya diperoleh dalam atmosfer kelas tradisional: mengenali kala siswa nampak tersesat, tersendat ataupun bimbang, serta kapan waktunya wajib memesatkan ataupun memperlambat laju pengajaran.

Dengan menggunakan metode mengajar serta layanan daring yang ada secara efisien, tenaga pendidik bisa mengantarkan pelajaran yang menarik serta menghasilkan atmosfer interaksi yang hangat antara regu pengajar dengan mahasiswa.

Oleh sebab itu, kami mendesak para tenaga pendidik buat tetap memperluas pengetahuan mereka terpaut bermacam tata cara pendidikan interaktif. Walaupun hendak memerlukan banyak waktu serta tenaga, perihal ini ialah investasi yang berarti buat dicoba.

Para penulis dibantu oleh regu asisten pengajar( paling utama Tan Bui Ru, Chng Wei Heng serta Christian Chonardo) pada mata kuliah ALS1010& ALS1020, serta pula didukung oleh Regu Bibliotek NUS. Kami pula berterima kasih pada Joshua Gooley, PhD, Mara McAdams, MD, serta Jennifer Davis dari Duke- NUS buat donasi mereka.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada asisten pengajar Edwin Setiadi Sugeng serta Ong Christopher Ivan Wijaya atas donasi mereka dalam meninjau ulang terjemahan postingan ini dalam Bahasa Indonesia.