Presiden menyambut baik keputusan Selandia Baru untuk menandatangani RCEP

Presiden menyambut baik keputusan Selandia Baru untuk menandatangani RCEP

December 21, 2020 0 By imgfire.info

Sebagai salah satu wujud multilateralisme, integrasi ekonomi perlu diperkuat. Presiden menyambut hangat keputusan Selandia Baru untuk menandatangani RCEP.
Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menyambut baik keputusan Selandia Baru menandatangani Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk memperkuat integrasi ekonomi.

“Sebagai salah satu wujud multilateralisme, integrasi ekonomi perlu diperkuat. Presiden menyambut baik keputusan Selandia Baru menandatangani RCEP, ”kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Hal itu disampaikannya setelah ia dan Presiden Widodo menghadiri KTT ASEAN dengan negara mitra, termasuk Selandia Baru, melalui videoconference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu Berita Teknologi Terbaru .

Pada KTT ASEAN-Selandia Baru, Widodo menyoroti pentingnya terus memperkuat multilateralisme, kata Marsudi.

“Kami perlu memastikan bahwa multilateralisme berlaku untuk semua,” tambahnya Kunci Jawaban Brain Out .

Presiden Indonesia menyampaikan kepada Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern untuk terus memperkuat kemitraan di Pasifik. Dia juga mengucapkan selamat kepada Ardern atas terpilihnya kembali sebagai perdana menteri Selandia Baru.

“Hubungan baik antara New Zealand dan ASEAN dapat digunakan untuk memperkuat kemitraan kita dengan Pasifik Selatan, termasuk di bidang perikanan dan perubahan iklim. ASEAN Outlook on the Indo-Pacific tentunya dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kerja sama,” Marsudi menegaskan, RCEP merupakan kemitraan perdagangan bebas yang komprehensif antara 10 negara anggota ASEAN dan lima negara mitra – China, Korea Selatan, Australia, Jepang, dan Selandia Baru.

Baca Juga : PBESI Berharap Esports Dapat Jadi Wadah Milenial Mengukir Prestasi serta Mendapatkan Penghasilan

ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) terdiri dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Negara-negara anggota RCEP menyumbang hampir sepertiga dari populasi global dan 20 persen dari produk domestik bruto dunia.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto sebelumnya mengatakan RCEP akan ditandatangani pada Minggu (15 November 2020).